Di posting-an lalu gua cerita tentang Bu Guwek, guru biologi. Sampai sekarang, sosoknya masih misterius. Nama aslinya kagak gua kenal. Tapi karena gua berinisiatif tinggi untuk mengenal beliau, gua panggil Ibu Guwek.
Guwek adalah bahasa jawa dari burung hantu. Burung ini punya mata bulat, dan paruh ciut. Kesannya menyeramkan. Gua nggak pernah ngeliat burung ini terbang. Gua ngeliat dia selalu di dalam sangkar, baik di kebun binatang atau pasar hewan. Selain itu, burung ini punya kebiasaan memejamkan mata. Tapi saat matanya terbuka, tatapannya tajam. Lirak-lirik ke segala arah.
Sebutan ibu Guwek untuk guru biologi satu ini, tercetus saat gua masih duduk di kelas 1 SMA. Saat itu ujian semeter. Waktu itu, gua masih malas belajar. Serba kesulitan di setiap ujian. Sebagai siswa yang malas elajar tapi cerdas, gua rajin memata-matai lembar jawaban teman sejawat.
Beliau bertugas sebagai guru jaga. Beliau melakukan tugasnya dengan baik. Kadang beliau terlelap dalam suasana hening ujian semester. Bersandar di kursi, dengan buku agenda ujian di tangannya. Sekali-kali ia terbangun. Ketika itu terjadi, bersiap lah tenang dan sistematis. Matanya jelalatan, seraya mencari mangsa untuk diterkam. Bagai Guwek yang kelaparan.
Pandangan mengerikan itu pernah hinggap di wajah gua. Bukan tak berarti apa-apa. Dia mengira gua adalah sasaran empuk. Jantung gua berdetak kencang. Khawatir. Gua memberanikan diri buat menatap matanya. Seketika hilang getaran dalam dada itu. Justru urat tawa gua pengen meledak-ledak. Bagaimana tidak?
Ingatan membawa gua ke dunia Winnie The Pooh. Dimana ada tokoh bernama Owl, yang gua rasa mirip banget ma tu guru. Chek This Out!

berarti julukan lo si mata elang cuy, bisa melihat lembar jawaban dari kejauhan
BalasHapusGurumu dewe diece-ece. Parah tenan.........wkwkwkwkwk
BalasHapusblogmu ganti, po, Udi?
BalasHapus